Senin, 08 Oktober 2012

aku serupa pohon




Kau datang dan pergi meninggalkanku sendiri
Kau serupa elang yang terbang sesuka hati
Sedangkan aku serupa pohon yang hanya mampu berdiri

Sejauh kau terbang kau sandarkan lelahmu padaku
Sejenak kau temani aku dalam kesendirianku

Kau tahu?
Hadirmu pada dahanku membuatku bahagia
Singgahmu pada rantingku membuatku terpana
Kicauanmu yang kudengar selalu membawakan cerita
Sekalipun kau datang berdua beranak pinak bersamanya
Tak mengapa aku tetap senang melihatnya

Tapi kini kau pergi meninggalkanku seperti yang lain
Kini ku hanya berteman angin dan hujan
Angin dengan bisikannya yang selalu membuatku ketakutan
Mematahkan rantingku menerbangkan daun-daunku
Hujan dengan embunnya yang selalu membuatku kedinginan
Membuatku mengigil dalam kesendirian

Selasa, 02 Oktober 2012

Angan Belaka



Aku melihatnya aku melihat gitar itu
Sudah hampir delapan tahun aku memilikinya
Bersandar pada sebuah dinding almari
Di sana, hingga sekarang masih disana
Dan tak pernah sekalipun aku menyentuhnya

Dahulu aku berharap
Kan ada seseorang yang memainkannya untukku
Aku menyukai suara kala ia dipetik begitu syahdu
Dan saat ia melantun pelan terasa bergetar dadaku

Dalam anganku
Sangat romantis pabila dahulu saat bersamanya
Di bawah sinar rembulan duduk bersampingan mesra
Memainkan lagu, bernyanyi lalu menyatakan cinta

Tapi apa bisa dikata ternyata itu hanya angan belaka