Kamis, 06 Desember 2012
kala rindu menyapa
kala rindu menyapa serasa engkau masih ada
dekat di dada menyatu dalam jiwa
dahulu di saat masih bersama
saling sapa saling bercerita begitu indah terasa
tapi kini engkau telah pergi entah kemana
tak ada tanda dimana kau berada
jejakmu pun menghilang begitu saja
tanpa kata semua jadi terasa hampa
ilalang senja, kaulah sisi gelap dalam jiwa
bisakah kau sampaikan pesanku padanya
lewat bisikan daunmu kala angin mendera
lewat langit senja nan jingga
sampaikan padanya bahwa aku merindukannya
aku merindukannya
kala rindu menyapa
ku peluk erat bayangnya yang tak nyata
Senin, 08 Oktober 2012
aku serupa pohon
Kau datang dan pergi meninggalkanku sendiri
Kau serupa elang yang terbang sesuka hati
Sedangkan aku serupa pohon yang hanya mampu berdiri
Sejauh kau terbang kau sandarkan lelahmu padaku
Sejenak kau temani aku dalam kesendirianku
Kau tahu?
Hadirmu pada dahanku membuatku bahagia
Singgahmu pada rantingku membuatku terpana
Kicauanmu yang kudengar selalu membawakan cerita
Sekalipun kau datang berdua beranak pinak bersamanya
Tak mengapa aku tetap senang melihatnya
Tapi kini kau pergi meninggalkanku seperti yang lain
Kini ku hanya berteman angin dan hujan
Angin dengan bisikannya yang selalu membuatku
ketakutan
Mematahkan rantingku menerbangkan daun-daunku
Hujan dengan embunnya yang selalu membuatku kedinginan
Membuatku mengigil dalam kesendirian
Selasa, 02 Oktober 2012
Angan Belaka
Aku melihatnya aku melihat gitar itu
Sudah hampir delapan tahun aku memilikinya
Bersandar pada sebuah dinding almari
Di sana, hingga sekarang masih disana
Dan tak pernah sekalipun aku menyentuhnya
Dahulu aku berharap
Kan ada seseorang yang memainkannya untukku
Aku menyukai suara kala ia dipetik begitu syahdu
Dan saat ia melantun pelan terasa bergetar dadaku
Dalam anganku
Sangat romantis pabila dahulu saat bersamanya
Di bawah sinar rembulan duduk bersampingan mesra
Memainkan lagu, bernyanyi lalu menyatakan cinta
Tapi apa bisa dikata ternyata itu hanya angan belaka
Rabu, 26 September 2012
Tanyaku
Hari itu
masih terlalau pagi buatku
Namun ibuku
sudah membangunkan ku
Memandikanku
lantas menyuapiku
Tidak
seperti biasanya ibu melakukan ini padaku
Saat pagi
menjelang
Ketika semua
saudaraku sudah berangkat sekolah
Ibuku pun
lekas bergegas
Dengan
sebuah tas yang menggantung di bahu kanan
Dan
menggendongku di sebelah kiri
Bergegas
meninggalkan rumah
Berjalan
menyusuri lorong-lorong sempit
Hingga
tibalah pada suatu tempat
Tempat apa
ini?
Sinarnya
begitu terang hingga menyilaukan mataku
Dan kenapa
ada suara-suara yang begitu bising
Owh, kenapa
angin juga begitu panas menyentuh kulitku
Bau apa ini
kenapa tercium sangat menusuk hidungku
Ibu, di mana
aku? tempat apa ini ibu?
Ibu, apa
yang sedang ibu ucapkan
Aku tidak
mendengar ibu sedang menimangku
Ataupun
gurauan yang selalu membuatku tertawa
Apakah ibu
sedang berbicara dengan orang lain
Tapi kenapa
ucapan yang aku dengar selalu sama
Ibu, apa
yang sedang ibu lakukan?
Aku gelisah
tubuhku kegerahan
Entah
mengapa serasa tidak nyaman di pelukan ibuku
Sembari
berjalan kesana kemari
Sesekali
ibuku menepuk-nepuk punggungku menenangkanku
Ibu
berteduhlah sejenak
Aku lelah dan aku ingin tidur sebentarhttp://fiksi.kompasiana.com/puisi/2012/09/26/tanyaku/
Senin, 10 September 2012
Impian Konyol
Tidak sedang
menahan hajat hanya saja…..
Sudah
miripkah tampangku dengannya?
Seperti
orang bodoh tapi sesungguhnya nehi nehi
Hanya karena
sedang punya impian yang tak mungkin
Maka
sepertiitulah tampagku
1/
Andai mesin
waktu itu ada
Aku akan
pergi ke masa-masa yang aku suka
Masa remaja
saat semua belum sia-sia
Akan ku
perbaiki segalanya
Tentang
cinta tentang cita-cita
Hingga
sejarahku menjadi bahagia
Terbang
kembali ke masa yang lalu
Serasa
terbang bersama sang elang
Melihat ke
bumi melihat semua yang pernah terjadi
2/
Andai doraemon
itu nyata dan aku punya
Kan kuminta
sebuah pintu darinya
Lalu kan ku
tempatkan di dinding kamarku
Saat hendak
pergi kan ku bayangkan siapa yang kutuju
Aku buka
pintu lalu masuk dan keluar bersamamu
Berkat pintu
jauhnya jarak menjadi tak berarti
Tak akan
pernah ada rindu yang membelenggu hati
3/
Masih tentang
doraemon
Andai aku
punya dua baling-baling bambu
Satu untukku
dan satunya akan ku berikan kepadamu
Akan ku ajak
dirimu terbang melintasi cakrawala biru
Berkejaran
menembus awan hingga menyentuh senja nan menawan
Saat kau tak
mau baling-baling akan ku simpan di hati
Aku akan
terbang sendiri melintasi jalan-jalan sepi
Sebab
sendiri bukan berarti sepi
Jumat, 07 September 2012
Maafkan kelakuan kami i…i…i…i…..
Kami hanya
rakyat miskin yang tak berarti
Hanya sepeda
motor ini yang kami punyai
Maafkan
kelakuan kami saat mengendarai
Demi
menepati janji tak terlambat dan dimarahi
Demi mencari
uang untuk membeli nasi
Kami sering
merajai jalan-jalan negeri
Saat jalanan
macet kami tak mau antri
Kami tetap
melaju hingga kendaraan saling mengunci
Tak kalah
licik, kadang kami pun merampas hak pejalan kaki
Trotoar kami
tunggangi selip kanan selip kiri
Hadirnya
kami semakin memperparah situasi
Saat lampu
traffic hendak menghentikan kami
Terkadang kami malah mempercepat laju tuk melarikan diri
Dan saat
lampu belum mengijinkan kami tuk lari
Waktu sudah
kami curi untuk melanjutkan perjalanan ini
Kami tahu
itu sangat membahayakan diri
Tapi
kenyataanya begitulah kami
Bukan kami
tak mau menaati peraturan pilosi
Tapi itupun
sudah menjadi kebiasaan kami
Pak polisi
jika melihat ini jangan tangkap kami
Karena kami
tidak punya uang untuk membayar upeti
Hihihihihihihih………………….
Anak Lelaki Ku
1/
Anak
lelakiku
Dalam dekap
mesraku ada harapku untukmu
Dalam tidur
lelapmu ada doaku untukmu
Anak
lelakiku
Engkau sebuah
karunia indah untukku
Hadirmu
pengobat luka atas kehilanganku
Akan ku jaga
dirimu selalu
2/
Dancing with
my son
Menari
denganmu adalah hal yang paling aku suka
Walau kau
belum bisa tegak berdiri itu tak mengapa
Karena
setiap saat kau bisa ku dekap mesra dan berdansa
Kau
sandarkan kepalamu di atas lenganku
Dadamu…
dadaku… melekat menjadi satu
Hingga bisa
kurasakan debar jantungmu
Kau tatap
mataku aku balas menatapmu
Bening
matamu membuatku jauh melihat kedalam hatimu
Kau
tersenyum padaku aku balas senyummu
Senyum yang
hadirkan kesejukan dan kebahagiaan untukku
Dalam
dekapku mulai kulangkahkan kakiku
Bergerak
pelan ke depan dan kebelakang
Sesekali ku
ambil langkah berputar
Aku lirik
dirimu kau tersenyum melihatku
Kadang juga
ku dendangkan sebuah lagu
Mengiringi
langkahku menari bersamamu
Tak jarang
kau tertidur dalam pelukanku
Anakku………..
Rabu, 05 September 2012
Rindu Setetesmu
Kurindukan
setetesmu dalam dahagaku
Jika sudah
begini siapa yang bisa ku salahkan
Hujan yang
selalu kuinginkan tak juga datang
Mendung selalu
berlalu tanpa menghiraukan pintaku
Anginpun tak
bersahabat hadirnya semakin membuatku sekarat
Kemana ku
harus mencari setetesmu untuk dahagaku
Sudah terlau
lama aku menunggu dari sekian waktu berlalu
Rindu…
rindu… rindu….. itu yang kurasakan untukmu
Seribu pesan
pun berlalu dan semuanya menjadi beku
Rinai hujan….
datanglah dan basahilah bumi
Sejukmu masih kunanti
Kecemburuan Ilalang
Ilalang
hanya mampu menatap
Langit di
atas yang bagaikan atap
Indah…
terbentang luas tak berbatas
Kala senja,
ada rona merah yang mengoda jiwa
Kala malam,
ada gemintang yang bersinar terang
Kala siang,
ada lautan biru yang menyejukkan kalbu
Saat hujan ada kalanya pelangi yang menghiasi
mimpi
Tidak
seperti ilalang yang seraya layu tertunduk malu
Terhempas angin
dalam padang yang gersang
Menguning
kering lantas mati
Jumat, 31 Agustus 2012
Angan Belaka ataukah Sejatinya Rasa
Aku punya
rasa aku punya cinta
Akanku
genggam ia sekuat tenaga
Mungkin
inikah sejatinya rasa?
Aku tahu,
aku tak kan pernah bisa mendapatkannya
Menyapa,
menatap matanya, menggenggam tangannya
Sampai mati
aku tak kan pernah bisa
Namun aku
tak rela bila rasa ini sirna
Aku juga
tahu bahwa ini adalah sebuah dosa
Tak
seharusnya aku mencinta untuk yang kedua
Tak
seharusnya pula aku menyakiti mereka
Ini jelas
salahku yang terjebak pada rasa
Atau….
mungkinkah ini hanya angan belaka?
Karena
terlanjur mencinta dan tak rela sirna
Lantas ku
piara ia jauh di dasar dada
Bila sepi
mendera ku hadirkan ia tuk temani jiwa
Ku sapa ia
ku ajak bercerita tersenyum bersama
Mungkin aku
gila tapi aku sadar sepenuhnya
Bahwa rasa
itu ada
Berulang
kali ku coba mengusirnya tapi aku tak bisa
Mungkinkah
ini angan belaka ataukah sejatinya rasa?
Senin, 06 Agustus 2012
Aku Terlupa
Lihatlah, apakah benar itu kotamu?
Sungguh jauh dari sini tapi aku bisa melihatnya
Dan itu mengingatkanku akan masa laluku
Yang telah terlupa olehku
Melihat rimbunnya pepohonan di sana
Aku terlupa bagaimana rasanya masuk ke hutan
sekedar mencari ranting kayu yang telah mengering
mengumpulkannya lalu membawanya pulang
bersama kawanku lalu ia akan berkata pada ibunya
mak… ini ranting kayu buat memasak besok
Masih tentang hutan
aku terlupa bagaimana rasanya bermain ditepiannya
mengambil bunga mahoni lalu menerbangkannya ke atas
bersama kawan-kawanku tertawa sebab ia berputar-putar seperti
baling-baling
aku juga terlupa bagaimana rasanya menunggu di teriknya sinar matahari
menunggu buah munggur yang jatuh dari pohon
mengumpulkannya, memecahkan isinya lalu memasaknya
di saat musim hujan ku bayangkan bagaimana rasanya
berbasah-basahan memunguti ulat daun jati tapi aku terlupa
Tentang lautan
aku terlupa akan indah
pantainya
dahulu ku tempuh perjalanan
berjam-jam lamanya
terguncang di atas motor
berkonvoi beriringan saling menyalip
hanya untuk mencapai
tepianmu
bersama kawan-kawanku
lantas bermain pasir
berbasah-basahan berpose
bergaya dan berfoto
suatu kegembiraan yang aku
sudah terlupa akan rasanya
Dan jalan disepanjang
tepian pantai itu
lihatlah......
akupun terlupa akan ilmu
yang pernah aku dapatkan
tentang konstruksi tentang
kekuatan tentang reklamasi
padahal untuk mendapatkan
selembar kertasnya aku butuh pengorbanan
Entahlah.....
sebagian dari masa laluku
dengan mudahnya aku bisa terlupa
dan dirimu adalah juga
bagian dari masa laluku
ku berharap akan dengan
mudah bagiku tuk melupakanmu
Jumat, 03 Agustus 2012
Tahukah Kau?
pernah aku melihat sebuah kisah yang menyedihkan
di pagi itu matahari bersinar cerah
di dahan pohon mangga depan rumah
ku dengar suara kicau burung, renyah
lantas ku cari di mana letak suara itu berasal
tapi tak terlihat olehku burung yang sedang bernyanyi
kecuali dahan-dahan yang bergerak pelan
mendengarnya, aku pikir betapa bahagianya mereka
bernyanyi dengan riangnya
namun sesaat kemudian aku melihat
dua ekor burung yang (mungkin) sedang berpelukan terjatuh
sampai di bawah salah satu dari mereka diterkam oleh kucing
darahpun seketika berceceran mengikuti langkah pergi si kucing
Tahukah kau?
Aku menduga dua ekor burung tadi sedang bercinta
Lantas terjatuh dan salah satu dari mereka mati
Dan tahukah kau,
Apa yang kau rasakan ketika tiba-tiba harus kehilangan
Sekejap… sesaat setelah kau merasa bahagia
Lantas merasakan kehilangan yang teramat sangat
Aku Ilalang yang Selalu Ramai Dalam Kesendirian
Ku merasakan bahagia dalam setiap lukisan-lukisan yang aku ciptakan terhadap
kehidupan
Pada mereka yang ada disekitarku, pada orang lain yang ku letakkan di hatiku
Aku... merasakan bahagia saat mereka bahagia, aku merasa sedih saat
mereka sedih
Tapi waktu telah membawaku ke sebuah impian yang tak pernah aku bayangkan
mungkin juga pade sesuatu yang telah aku lupakan
Ilalang kini ingin menjadi sebuah tumbuhan
seperti tumbuhan lain yang dapat menjadikan dirinya perhatian
menjadikan dirinya suatu kebanggaan,
yang ingin memilih dengan siapa dia selaras, dengan siapa yang dia
merasa bangga
Dulu keinginanku adalah mereka, mereka adalah inginku
karena aku merasa tiada mempunyai apapun yang membuatku bisa memilih
Waktu telah membawaku merasa memiliki merasa bisa memilih
Tapi terasa sakit ketika aku merasa bisa memilih
terasa perih saat ku tahu bahwa ku tak dapat memilih
Ilalang adalah ilalang
yang
sederhana tiada ketertarikan dalam wujud dan tiada wewangian
Rabu, 25 Juli 2012
Semua Masih Tentangmu
Aku kira
telah ku tinggalkan tempat itu
Ternyata aku
masih di sini di tepian senja
Tempat
dimana aku dahulu sering menunggumu
Menunggu
malam datang menjelang
Menunggu
bintang-bintang bersinar terang
Dan mununggu
kunang-kunang berterbangan
Tapi itu
dulu
Dahulu… kala
kau masih ada di dekatku
Kau datang
dengan ceritamu yang mengharu biru
Aku
menjemputmu dan mendengar setiap ucapmu
Ada sedih
ada sepi ada kecewa ada air mata
Ada gembira
ada tawa ada pula rahasia
Yahhh…. Aku
masih ingat
Kaulah
rahasia terindahku dan katamu akulah cerita terindahmu
Dan inilah
kenangan yang tersisa darimu
Sekian waktu
berlalu semua masih tentangmu
Tidak Seperti Aku
Orang bilang kau tak berguna
Baginya
hadirmu hanyalah sebagai perusak saja
Tak jarang
mereka menghilangkanmu dengan paksa
Tapi bagiku
tidak, kau… tetap berharga
Mereka
bilang kau tak indah
Tak ada yang
menarik bagi dirimu
Bungamu pun apalah
artinya
Jangankan
manusia kumbang lebah pun tak melirikmu
Tapi baguku
tidak, kau… tetap cantik
Ilalang,
yeah…….. aku menyukaimu
Lihatlah
dirimu
Tubuhmu
jenjeng menjulang ke angkasa
Kau sentuh
awan kau sentuh langit biru
Tidak
seperti aku yang hanya mampu berangan
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)

.jpg)
.jpg)









