Senin, 06 Agustus 2012

Aku Terlupa



Lihatlah, apakah benar itu kotamu?
Sungguh jauh dari sini tapi aku bisa melihatnya
Dan itu mengingatkanku akan masa laluku
Yang telah terlupa olehku

Melihat rimbunnya pepohonan di sana
Aku terlupa bagaimana rasanya masuk ke hutan
sekedar mencari ranting kayu yang telah mengering
mengumpulkannya lalu membawanya pulang
bersama kawanku lalu ia akan berkata pada ibunya
mak… ini ranting kayu buat memasak besok

Masih tentang hutan
aku terlupa bagaimana rasanya bermain ditepiannya
mengambil bunga mahoni lalu menerbangkannya ke atas
bersama kawan-kawanku tertawa sebab ia berputar-putar seperti baling-baling
aku juga terlupa bagaimana rasanya menunggu di teriknya sinar matahari
menunggu buah munggur yang jatuh dari pohon
mengumpulkannya, memecahkan isinya lalu memasaknya
di saat musim hujan ku bayangkan bagaimana rasanya
berbasah-basahan memunguti ulat daun jati tapi aku terlupa

Tentang lautan
aku terlupa akan indah pantainya
dahulu ku tempuh perjalanan berjam-jam lamanya
terguncang di atas motor berkonvoi beriringan saling menyalip
hanya untuk mencapai tepianmu
bersama kawan-kawanku lantas bermain pasir
berbasah-basahan berpose bergaya dan berfoto
suatu kegembiraan yang aku sudah terlupa akan rasanya

Dan jalan disepanjang tepian pantai itu
lihatlah......
akupun terlupa akan ilmu yang pernah aku dapatkan
tentang konstruksi tentang kekuatan tentang reklamasi
padahal untuk mendapatkan selembar kertasnya aku butuh pengorbanan

Entahlah.....
sebagian dari masa laluku dengan mudahnya aku bisa terlupa
dan dirimu adalah juga bagian dari masa laluku
ku berharap akan dengan mudah bagiku tuk melupakanmu

0 komentar:

Posting Komentar