Lihatlah, apakah benar itu kotamu?
Sungguh jauh dari sini tapi aku bisa melihatnya
Dan itu mengingatkanku akan masa laluku
Yang telah terlupa olehku
Melihat rimbunnya pepohonan di sana
Aku terlupa bagaimana rasanya masuk ke hutan
sekedar mencari ranting kayu yang telah mengering
mengumpulkannya lalu membawanya pulang
bersama kawanku lalu ia akan berkata pada ibunya
mak… ini ranting kayu buat memasak besok
Masih tentang hutan
aku terlupa bagaimana rasanya bermain ditepiannya
mengambil bunga mahoni lalu menerbangkannya ke atas
bersama kawan-kawanku tertawa sebab ia berputar-putar seperti
baling-baling
aku juga terlupa bagaimana rasanya menunggu di teriknya sinar matahari
menunggu buah munggur yang jatuh dari pohon
mengumpulkannya, memecahkan isinya lalu memasaknya
di saat musim hujan ku bayangkan bagaimana rasanya
berbasah-basahan memunguti ulat daun jati tapi aku terlupa
Tentang lautan
aku terlupa akan indah
pantainya
dahulu ku tempuh perjalanan
berjam-jam lamanya
terguncang di atas motor
berkonvoi beriringan saling menyalip
hanya untuk mencapai
tepianmu
bersama kawan-kawanku
lantas bermain pasir
berbasah-basahan berpose
bergaya dan berfoto
suatu kegembiraan yang aku
sudah terlupa akan rasanya
Dan jalan disepanjang
tepian pantai itu
lihatlah......
akupun terlupa akan ilmu
yang pernah aku dapatkan
tentang konstruksi tentang
kekuatan tentang reklamasi
padahal untuk mendapatkan
selembar kertasnya aku butuh pengorbanan
Entahlah.....
sebagian dari masa laluku
dengan mudahnya aku bisa terlupa
dan dirimu adalah juga
bagian dari masa laluku
ku berharap akan dengan
mudah bagiku tuk melupakanmu



0 komentar:
Posting Komentar