Selasa, 19 Oktober 2010

terkenang masa lalu


Dari cerita seorang teman :
Dahulu ia pernah sekali memiliki cinta
Ia begitu mencintanya dan berharap
Bahwa itu adalah cinta pertama dan terakhirnya

Namun seiring dengan berjalannya kasih itu
Ada suatu kesalahpahaman yang entah bagaimana bisa terjadi
Dan karena egonya yang telah menutup mata hati
Apapun yang dijelaskan kepadanya
Dianggap sebagai omong kosong belaka
Dan tanpa disadarinya, kata putus terucap dari mulutnya

Meneteslah air mata sang kekasih
Tapi ia tetap kuat tegar dan bertahan
Berkali-kali ia memohon agar bisa kembali
Hingga ia lelah dan akhirnya pergi
Karena sang pujaannya tetap enggan mengampuni

Lalu kisah itu pun berlalu
Tahun pertama hingga tahun keempat ia masih baik-baik saja
Hingga tahun kelima ia belum menemukan cinta pengganti
Lalu ia mendengar kabar tentang kekasihnya terdulu
Bahwa dia kini telah bahagia bersama keluarganya

Hatinya tersontak kaget
Sesuatu yang telah ia lupakan kini hadir menganggu diri
Sekuat tenaga ia tidak ingin mengenang masa lalu
Dan dalam kesendiriannya itu ia tiba-tiba menangis
“ah.. seandainya waktu itu aku tidak…… mungkin kita….”
yah… seandainya saja dulu aku bias….. maka kita akan..…”
ribuan kali ia berguman ia tak bias mendapatkan jawaban
hanya penyesalan penyesalan dan penyesalan

hingga tahun kesepuluh ia pun belum menemukan cinta pengganti
bukan ia tidak bisa atau tidak mau tapi ia terlalu mengenang yang lalu

15 okt 2010


0 komentar:

Posting Komentar