Jumat, 01 Juli 2011

Penantian Panjang Seorang Wanita



siang itu datang pasien seorang wanita, ibu muda yang tengah hamil dan perutnya terlihat besar. aku berpikir beruntung sekali dia sebentar lagi akan melahirkan seorang bayi dan tanpa kusadari menetes air mataku. aku cemburu yah... aku cemburu kepadanya karena sudah lama pula aku menginginkan yang demikian.

sorenya aku melihat ibu dari wanita itu bercakap-cakap dengan seorang ibu, pasien juga yang ada di bed sebelahnya. dari pembicaraan mereka itu aku tahu jika kehamilan wanita itu bermasalah. ia tengah hamil 6 bulan namun diketahui pula ada tumor di rahimnya.

malam saat semuanya hendak tidur entah mengapa pula aku tak bisa tidur. lalu diam-diam kuperhatikan wanita itu. ia begitu kepayahan rasanya ia tidak nyaman dengan perutnya mungkin ada rasa sakit yang ia tahan. sebentar-sebentar ia duduk di bed, sebentar-bentar tiduran, sebentar-sebentar berdiri lalu jongkok dengan kedua tangannya bertumpu di bed, sebentar-sebentar pula ia berjalan sambil membawa kursi dan duduk di luar lalu kembali kedalam lagi begitu seterusnya. suaminya yang menungguinya pun terlihat kerepotan sebentar-sebentar ia memijit punggungnya, sebentar-sebentar mengipasinya, sebentar-sebentar membenarkan bantal dan guling yang dibawanya dari rumah. benar-benar serasa tersiksa.

jam 01.30 saat aku mulai bisa tertidur tiba-tiba ku terjaga dan aku melihat ada dokter yang menghampiri bed wanita tersebut. entah bagaimana permulaan pembicaraan tersebut kemudian dokter berkata "tidak bisa seperti itu Bu, hari ini datang besok langsung operasi tidak bisa semuanya ada prosesnya"
lanjut dokter itu "besok kita akan usg kita lihat dulu tumornya ganas atau tidak, jika tumornya tidak ganas kita akan lalukan pengobatan mungkin akan dilakukan kemo sehingga bayinya bisa diselamatkan. namun jika tumornya ganas maka terpaksa rahim akan diangkat". mendengar yang seperti itu wanita itu langsung menangis dan sempat pula ia bertanya "jika rahim diangkat berarti tak akan bisa punya anak lagi?" dokterpun menjawab "iya". semakin keraslah tangis wanita itu. aku yang mendengarnya pun ikut menangis

ya tuhan, begitu panjang penantian seorang wanita. ketika ia telah dua tahun menikah dan berharap akan mendapatkan seorang anak lalu ia hamil namun ada masalah juga dikehamilannya. begitu juga dengan seorang ibu yang ada di bed sebelahku telah 15 tahun ia menikah tak juga ia mendapaktan seorang anak namun rahimnyapun harus diangkat karena terserang kangker.

0 komentar:

Posting Komentar