Jumat, 29 Juli 2011
"Tuan, aku termos tuan"
Tuan, masih ingatkah kau padaku
Aku termos, empuze kesayanganmu
Masih jelas dalam ingatanku
Setiap pagi kau buatkan aku susu hangat
Kau ajak main aku, kau keloni aku
Tuan, maafkan aku kala itu
Yang tak mendengar ucapanmu
Dan pergi meninggalkanmu
Hanya demi seorang betina itu
Kini aku tahu ia hanya mempermainkanku
Setelah bosan denganku ia meninggalkanku
Ia pergi bersama pejantan lain di depan mataku
Tuan aku menyesal melawanmu
Kini hidupku merana tanpa siapa-siapa
Aku ingin pulang aku ingin pulang tuan
Sekuat tenaga ku ingat jalan pulang
Dan kini aku sudah berada di depan pintu
Tolong bukakan pintu dan terima aku
“tuan, ini aku termos tuan”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar