28 juli 2010
tulisan ini kupersembahkan buat temanku alm. Lies Aine K
selamat jalan, kawan
(untuk Lies)
kematian memang tidak bisa disangka-sangka
saat dikira sehat ia bisa setiap saat menjemputmu
saat dikira akan mati ia malah berlalu darimu
dan tak bisa ku sangka kawan
kau begitu cepat meninggalkan kami
ku masih ingat kebersamaan kita kawan
dulu berjuang demi selembar kertas ijazah
ada tawa, ada duka dan ada air mata di sana
dan itu kita lalui bersama
dan serasa baru kemarin kita bertemu kembali
walau ada kisah yang terpenggal
kau tetaplah sama seperti yang dulu
kawan, ku masih tidak menyangka
bahwa kau telah pergi untuk selamanya
kan kusebut namamu ribuan kali
tuk meyakinkan diri bahwa kau telah tiada
namun masih sulit rasanya untuk percaya
kawan.... selamat jalan
semoga Allah melapangkan jalanmu
menerima semua amal ibadahmu
mengampuni semua dosa-dosamu
hingga kau layak berada di sisiNya
tabahlah anakku
(untuk Aine, putri dari Lies)
kenapakah ayah kenapakah ibu kalian pergi begitu cepat
kini aku hanyalah sendirian
aku masihlah kecil... tiga tahun ayah belum genap empat tahun ibu
aku belum mengerti apa-apa
dan aku masih membutuhkan kalian
ayah....ibu.......
aku masih sangat abu-abu sekali
aku masih belum tahu apa merah kuning hijaunya kehidupan
ayah... kau tinggalkan aku ketika ku belum sanggup memanggilmu
ibu.... kau pun pergi ketika aku belum sanggup mencium kakimu
ayah... ibu....
siapakah kelak yang akan mengajariku menalikan sepatu
siapa yang akan mengkucir rambutku agar aku terlihat cantik
siapa pula yang akan mengantarku untuk pertamakalinya ku masuk sekolah
siapa lagi yang akan mendongengkan ku setiap kali ku ingin tidur
kemana pula kelak ku akan menyandarkan bahuku ketika ku menangis
ayah...ibu.... akan ada beribu-ribu tanya dan kemanakah ku harus mencari jawabnya
yaa tuhan....
kenapakah kau ambil mereka kembali
kenapa kau renggut mereka satu persatu dariku
apakah kau tidak sayang kepadaku?
belum puas aku merasakan dekapan hangat mereka
belum puas aku mendengar bisikan kasih sayang mereka
yaa tuhan.... mengapakah demikian
tabahkanlah hatimu anakku
sesungguhnya ayah ibumu tidaklah pergi meninggalkanmu
dan tak kan ada yang berubah dari mereka kepadamu
mereka hanya berpindah ke atas langit
agar mereka bisa lebih mudah mengawasimu
mereka tetaplah setia mengikutimu kemana kau pergi
andaikan kau merindukan mereka
pejamkanlah matamu hadirkan mereka dalam mimpimu
dan mereka akan datang dan memelukmu, anakku
untuk keluarga Lies yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan, keikhlasan dan kekuatan
dan untuk adik Aine janganlah bersedih disekitarmu masih ada banyak yang menyayangimu
kawan, selamat jalan


0 komentar:
Posting Komentar